Langsung ke konten utama

Cara Mudah dan Cepat Menyusun Laporan Kegiatan dengan Rumus 5W+1H di Website

Artikel ini diharapkan bisa membantu para Kepala Sekolah, Guru untuk menuliskan sebuah berita atau laporan kegiatan edukasi sekolah di website atau blog sekolah.

Kalimat 5W+1H - Bagi para penulis, jurnalis atau pencari berita tentunya tidak asing lagi mendengar tentang 5W+1H karena rumus itulah yang menjadi dasar dalam menulis dan mengembangkan sebuah tulisan berita. Namun, sebenarnya apakah yang dimaksud dengan rumus 5W+1H itu?

Berikut ini adalah penjelasan dan contoh mengenai 5W+1H.

5W+1H adalah rumus klasik yang berupa pertanyaan-pertanyaan yang digunakan untuk mencari inti pokok berita kegiatan, mengembangkan berita atau sebuah kegiatan sekolah. Mengapa demikian?
Hal ini karena rumus 5W+1H berisi inti-inti penyusun berita atau kegiatan di sekolah.

5W+1H diambil dari kata-kata tanya dalam bahas Inggris:

1. What (Apa
2. Who (Siapa)
3. When (Kapan)
4. Why (Mengapa)
5. Where (mana) dan
6. How (Bagaimana)

Di bawah ini adalah contoh-contoh kalimat 5W+1H

Kalimat 5W+1H

1.  What (Apa)
Kata tanya yang pertama dari rumus ini adalah Apa. Kata tanya ini berisi pertanyaan mengenai permasalahan atau hal yang dilaksanakan pada suatu kegiatan di sekolah.

Contoh:
1. Apa yang sedang dilakukan di sekolah?
2. Apa saja fasilitas yang digunakan di sekolah?
3. Apa yang didapatkan dari kegiatan?
4. Apa yang dikatakan oleh para pemeran utama?
5. Apa saja yang akan dilakukan oleh para pemeran (KS, Guru, Orangtua siswa, Wali Murid)?
6. Apa pandangan orang lain mengenai kegiatan di sekolah?

2. Why (Mengapa)
Kata tanya mengapa mengandung pertanyaan-pertanyaan mengenai alasan atau motivasi terjadinya sebuah kegiatan.

Contoh:
1. Mengapa hal kegiatan ini diadakan sekolah?
2. Mengapa orangtua murid, Kades, Komite Sekolah, Tokoh Masyarakat diundang?
3. Mengapa memilih lokasi kegiatan di sekolah?
4. Mengapa orangtua murid banyak yang tidak hadir?
5. Mengapa kegiatan ini sangat semarak?

3. Who (Siapa)
Kata tanya Siapa mengandung pertanyaan-pertanyaan mengenai pelaku atau orang lain dari sebuah peristiwa yang terjadi.

Contoh:
1. Siapa saja yang hadir dalam kegiatan di sekolah?
2. Siapa saja yang berperan dalam kegiatan tersebut?
3. Siapa saja yang terlibat di dalam kegiatan tersebut? (Guru, siswa, dll)
4. Siapa saja yang berpendapat dalam kegiatan tersebut?

4.  When (Kapan)
Kata tanya Kapan berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai waktu terjadinya kegiatan sekolah diselenggarakan.

Contoh:
1. Kapan kegiatan sekolah itu diselenggarakan?
2. Kapan (jam) para undangan tiba di sekolah?
3. Kapan pertemuan lanjutan akan dilaksanakan?
4. Kapan kegiatan sekolah berakhir?
5. Kapan kegiatan ini akan dilaporkan kepada pejabat?

5.  Where (Di mana)
Kata tanya di mana mengandung pertanyaan-pertanyaan mengenai tempat atau lokasi kegiatan diselenggarakan.

Contoh:
1. Di mana kegiatan ini dilaksanakan?
2. Di mana ruang / tempat kegiatan diselenggarakan?
3. Di mana tempat penyelenggaraan tindak lanjut?

6.  How (Bagaimana)
Kata tanya bagaimana berisi pertanyaan-pertanyaan yang mengandung cara atau proses berlangsungnya suatu kegiatan.

Contoh:
1. Bagaimana kegiatan sekolah tersebut diselenggarakan?
2. Bagaimana kehadiran para undangan?
3. Bagaimana situasi kegiatan tersebut?
4. Bagaimana reaksi dari peserta, orangtua, walimurid?
5. Bagaimana pendapat peserta, orangtua, walimurid?
6. Bagaimana hasil kegiatan tersebut?
7. Bagaimana tindaklanjut hasil kegiatan tersebut?

Demikianlah kalimat-kalimat pertanyaan 5W+1H yang biasa digunakan untuk menemukan atau mengembangkan pokok-pokok pikiran atau inti dari sebuah berita dari sebuah kegiatan.

Dalam penulisan berita kegiatan tidak harus urut sesuai dengan urutan 5W+1H tetapi diharapkan memenuhi kriteria 5W+1H. (was)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Ibu Kita Kartini

Ibu Kartini merupakan salah satu wanita Indonesia yang menjunjung tinggi emansipasi wanita. Ia merupakan pelopor hak wanita untuk dapat memiliki pendidikan yang layak dan setara dengan lainnya. Di hidupnya yang singkat ibu Kartini mampu membuat perubahan yang besar sehingga cerita dongeng ibu Kartini dijelaskan dari generasi ke generasi. Asal Usul Kelahiran Kartini Ibu Kartini memiliki nama lengkap Raden Ajeng Kartini. Ia lahir di Jepara, salah satu kota di Jawa Tengah pada 21 April 1879. Kartini lahir dalam keluarga mapan dan ningrat. Ibunya bernama M.A Ngasirah dan ayahnya adalah Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. Ia memiliki 11 saudara tiri dan kandung yang mana Kartini merupakan anak perempuan tertua di keluarganya. Ayah Kartini merupakan keturunan bupati Jepara sementara ibunya hanya dari kalangan rakyat biasa. Ngasirah merupakan guru agama di Teluk Awur, Jepara. Anak dari Kyai Haji Madirono dan Nyai Haji Siti Aminah. Sementara ayah Kartini yakni Adipati Ario Sosroningrat merupa...

Kegiatan Rutin Membaca Surat Yasin bersama

Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang, baik dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. Pembiasaan merupakan salah satu cara yang efektif dalam proses pembentukan karakter anak. Pembiasaan yang baik akan berdampak baik pula bagi anak. Anak perlu dibiasakan sejak dini untuk melakukan sendiri, agar kelak bisa menjadi orang mandiri dan bertanggung jawab. Pembiasaan sebaiknya ditanamkan dari hal-hal kecil dan yang mudah dilakukan oleh anak usia dini. tujuan dari pembiasaan adalah menanamkan perilaku berupa perkataan maupun perbuatan yang mana bertujuan untuk membuat seseorang menjadi ingat dan terbiasa melakukan hal-hal baru sehingga hal-hal baru yang dipelajarinya menjadi terbiasa untuk dilakukan. Dalam melakukan pembiasaan yang baik membutuhkan pengawasan. Pengawasan itu penting sekali dalam mendidik anak-anak. Tanpa pengawasan, berarti membiarkan anak berbuat sekehe...

Pengumuman Kelulusan Siswa Kelas 6 SD Negeri Purwosari I Kecamatan Purwosari

 Pengumuman Kelulusan Siswa Kelas 6 SD Negeri Purwosari I